Friday, January 21, 2011
update
apa khabar semua? hmm, tak tahu ada orang baca lagi atau tak blog ni. tapi follower macam makin bertambah he he.
kebelakangan ini, hidup kami(baca: abang-abang gombak yang dah semester2) agak sibuk jugalah dengan assignment, workshop dan lab report yang ibarat membuka paip air tapi tak tutup2. ada je :) mungkin tu yang buat engin best (?)
ok first thing first, syed syahmi, selaku bekas biro tarbiah IQra uiapj ada mengatakan bahawa tak lama lagi, berbondong-bondong rakan2 gen9 dQ-uiam akan masuk ke main campus. so tahniah in advance.
---> main campus tak banyak beza dengan masa matrik sebenarnya, kecuali dia besar dan kita lebih bebas. idk.
benda keduanya ialah... kenapa yahoogroups sudah tak aktif? [sebab pernah aktif ke?] tak, tu tak jadi masalah sebab banin ada group dekat facebook. syed buat private so sape2 banin yang tak join lagi, boleh lah berbuat demikian.
cerita paling akhir bagi post ini, tetapi paling penting, saya nak mewakili budak dQ mengucapkan selamat pengantin baru buat syafiq rushdi. semoga bahagia dunia akhirat. ameen. (fyi, dia ni bekas batch kita. and fyi too, dia kahwin tahun lepas).
=)
ok tu je. dan itulah sebab post ini ditulis.
belajar rajin2 lillahitaala.
Sunday, January 16, 2011
Hakikat..Why? >>The WINNER!!
Thursday, January 6, 2011
the pearls
Aku menangis atas masa mudaku yang telah berlalu. Aduh! alangkah enaknya kalau masa muda itu dapat kembali lagi kepada kita
Seandainya masa muda itu bisa diperjualbelikan pasti aku kan berikan kepada penjualnya apapun yang ia inginkan
Akan tetapi jika masa muda itu sudah berlalu jauh dari kemuliaan maka memintanya untuk kembali lagi adalah sesuatu yang mustahil
Mutiara syair al-Imam asy-Syafi'i
Sesungguhnya orang yang faqih itu adalah dinilai dengan perbuatannya Bukanlah orang yang faqih itu dinilai dengan ucapan dan perkataannya.
Begitu juga pemimpin itu adalah dinilai dengan kemuliaan akhlaknya.
Bukanlah pemimpin itu dinilai dengan banyaknya pengikut dan pembela-pembelanya.
Begitu juga orang yang kaya itu adalah dinilai dengan keadaan (kedermawanan)nya Bukanlah orang yang kaya itu dinilai dengan banyaknya harta bendanya.
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 97]
Berusahalah engkau menjadi seorang yang mempelajari ilmu fiqih dan juga menjalani tasawuf, dan janganlah kau hanya mengambil salah satunya.
Sesungguhnya demi Allah saya benar-benar ingin memberikan nasehat padamu.
Orang yang hanya mempelajari ilmu fiqih tapi tidak mahu menjalani tasawuf, maka hatinya tidak dapat merasakan kelazatan takwa. Sedangkan orang yang hanya menjalani tasawuf tapi tidak mahu mempelajari ilmu fiqih, maka bagaimana bisa dia menjadi baik?
[Diwan Al-Imam Asy-Syafi'i, hal. 47]
::...::
::...::
Tersebut di dalam kitab Irsyad-ul ‘Ibad oleh asy-Syaikh Utsman bin Shihabuddin al-Funtiani iaitu kitab terjemahan bagi kitab al-Munabbihat 'alal Isti'dat li Yaumil Ma'ad oleh Ahmad ibn Hajar al-Asqolaani pada halaman 10:
[Artinya]: Daripada setengah hukama’: Tiga (3) perkara meluaskan dan membukakan dukacita [ialah]
• Dhikrullah dan
• Berjumpa berhimpun orang auliya [wali-wali Allah] dan
• Mendengar perkataan hukama’ dan ulama dan [orang] sholeh
nice info here
http://mukhlis101.multiply.com/journal/item/311
and here
http://almukminun.blogspot.com/2011/01/hakikat-kesufian-faktor-utama.html
Sunday, January 2, 2011
KEY TO SUCCESS..
“I haven’t failed, I’ve found 10,000 ways that don’t work”
~Thomas Alva Edison~
Recently I read an article about human greatest invention. I found that one of the greatest invention is the electric light (read the reference here). Well, it is true that the electric light has changed human life tremendously. Before it, we need to burn oil to produce light, but now, we can produce light by just with the flick of hand. However, some of you might not know the history of the light bulb invention. It was invented by Thomas Alva Edison in 1879 through thousands of experiments.
Thomas Alva Edison was born on February 11, 1847. Born as a genius, Edison was despised by all his siblings. His curious question always deemed as stupid by his friends, and even by his parents. He loves to do experiments. He even did an experiment on a train where he work part-time, and he even burn the train. But all of these, never stop his passion to do experiment. Those hardwork is not gone for nothing. He got his first patent on telegraph, and the world started to realize that indeed, Edison is a smart guy.
When he started his experiment on electric light, once again, the people mock at him. Many people said that it is impossible for him to do it. But once again, he ignores all the negative thought, and keep on keeping on. The research wasn’t easy. Even his research team got discouraged and suggested to stop the experiment. Edison always answer them, we have not failed. We only found 10,000 ways that do not work. In the end of the day, Edison is right, he succeed to make the first electric light. The world marveled at his work. Lesson number one: perseverance is the key to success.
In 1876, he moved his research lab to Menlo Park, where he had dreamed since he was a child. Eventhough he already owns what a researcher should be happy of, he keep on improving his work. Lesson number two: don’t be complacent of what you have achieved. Always have the spirit of excellence.
His life after the shifting to Menlo Park was not easy at all. Several accident happened to him, and in 1878, he breathed his last breath. Only enjoying 2 years of his dreamland. Lesson number three: everything does not go as what you like. Be realistic and always live your life to the fullest whatever might happened.
Guys, sometimes we are just like Edison. We can not show our fullest potential because of our environment, because our friends around us always despised us. I believe that everyone of us are a genius in our own field. Some of you might be a genius in dancing, but your friends might mock you that your skill are useless. Guys, never let the negative impact affect you. You should make those negative comments about you as a motivation for you, as a milestone for you to step to higher level. Be persevere in every problems that you face, and have a good success!!!
~Genius is one percent inspiration and ninety-nine percent perspiration~
motivation4us.com
Friday, December 31, 2010
Kisah Muktabar : Ashabul Ukhdud

Pada zaman dahulu, sebelum masa kalian, ada seorang raja, dia mempunyai seorang tukang sihir. Ketika tukang sihir ini sudah semakin tua, dia berkata kepada raja tersebut: “Saya sudah tua, carikan untukku seorang pemuda remaja yang akan saya ajari sihir.” Maka raja itupun mencari seorang pemuda untuk diajari ilmu sihir.
Adapun pemuda itu, di jalanan yang dilaluinya (menuju tukang sihir) itu ada seorang rahib (ahli ibadah). Lalu dia duduk di majlis rahib tersebut, mendengar syarahannya dan ternyata huraian tersebut menakjubkannya. Kemudian, dia menemui tukang sihir itu. Malangnya, dia dipukul oleh tukang sihir tersebut. Pemuda itupun mengadu keadaannya kepada si rahib. Kata si rahib: “Kalau engkau takut kepada si tukang sihir, katakan kepadanya: ‘Aku ditahan oleh keluargaku.’ Dan jika engkau takut kepada keluargamu, katakan kepada mereka: ‘Aku ditahan oleh tukang sihir itu’.”
Ketika dia dalam keadaan demikian, datanglah seekor binatang besar yang menghalangi orang banyak. Pemuda itu berkata: “Hari ini saya akan tahu, tukang sihir itu yang lebih utama atau si rahib.” Lalu dia mengambil sebiji batu dan berkata: “Ya Allah, kalau ajaran si rahib itu lebih Engkau cintai daripada ajaran tukang sihir itu, maka bunuhlah binatang ini agar manusia dapat lalu.” Pemuda itu melemparkan batunya hingga membunuhnya. Akhirnya manusiapun dapat melaluii perjalanannya.
Kemudian pemuda itu menemui si rahib dan menceritakan keadaannya. Si rahib berkata kepadanya: “Wahai anakanda, hari ini engkau lebih utama daripadaku. Kedudukanmu sudah sampai pada tahap yang aku lihat saat ini. Sesungguhnya engkau tentu akan menerima cubaan, maka apabila engkau ditimpa satu cubaan, janganlah engkau menunjuk diriku.”
Pemuda itupun akhirnya mampu mengubati orang yang dilahirkan dalam keadaan buta, sopak, dan mengubati orang ramai dari berbagai penyakit. Berita ini sampai ke telinga orang bawahan raja yang buta matanya. Diapun menemui pemuda itu dengan membawa hadiah yang banyak, lalu berkata: “Semua hadiah yang ada di sini adalah untuk engkau, saya kumpulkan, kalau engkau dapat menyembuhkan saya (dari kebutaan ini).”
Anak muda itu menjawab: “Sebetulnya, saya tidak dapat menyembuhkan siapapun. Tapi yang menyembuhkan itu adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalau engkau beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, saya doakan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, tentu Dia sembuhkan engkau.”
Orang bawahan raja itupun beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala menyembuhkannya. Kemudian dia menemui raja dan duduk bersamanya seperti biasa. Raja itu berkata kepadanya: “Siapa yang sudah mengembalikan matamu?”
Dia menjawab: “Rabbku.” Raja itu bertanya: “Adakah kamu mempunyai tuhan selain aku?” Orang itu berkata: “Rabbku dan Rabbmu adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Raja itupun menangkapnya dan tidak berhenti menyiksanya sampai dia menunjukkan si pemuda. Akhirnya si pemuda ditangkap dan dibawa ke hadapan raja tersebut. Sang raja berkata: “Wahai anakku, telah sampai kepadaku kehebatan sihirmu yang dapat menyembuhkan buta, sopak, dan kamu berbuat ini serta itu.”
Pemuda itu berkata: “Sesungguhnya saya tidak dapat menyembuhkan siapapun. Tapi yang menyembuhkan itu adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala.”
Raja itu menangkapnya dan terus menerus menyiksanya sampai dia menunjukkan si rahib. Akhirnya si rahib ditangkap dan dihadapkan kepada sang raja dan dipaksa: “Keluarlah dari agamamu.” Si rahib menolak. Raja itu minta dibawakan sebuah gergaji, lalu diletakkan di atas kepala si rahib dan mulailah kepala itu digergaji hingga terbelah dua. Kemudian diseret pula teman duduk raja tersebut, dan dipaksa pula untuk kembali murtad dari keyakinannya. Tapi dia menolak. Akhirnya kepalanya digergaji hingga terbelah dua.
Kemudian pemuda itu dihadapkan kepada raja dan diapun dipaksa: “Keluarlah kamu dari keyakinanmu.” Pemuda itu menolak.
Akhirnya raja itu memanggil para tenteranya: “Bawa dia ke gunung ini dan itu, dan naiklah. Kalau kalian sudah sampai di puncak, kalau dia mahu murtad (bawa pulang). Kalau dia tidak mahu, lemparkan dia dari atas.”
Merekapun membawa pemuda itu ke gunung yang ditunjuk. Si pemuda pun berdoa: “Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”
Seketika gunung itu bergegar dan mereka pun terpelanting jatuh. Pemuda itu datang berjalan kaki menemui raja.
Raja itu berkata: “Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”
Kata si pemuda: “Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkanku dari mereka.”
Kemudian raja itu menyerahkan si pemuda kepada beberapa orang lalu berkata: “Bawa dia dengan perahu ke tengah laut. Kalau dia mahu keluar dari keyakinannya, (bawa pulang), kalau tidak lemparkan dia ke laut.”
Merekapun membawanya. Si pemuda berdoa lagi: “Ya Allah, lepaskan aku dari mereka dengan apa yang Engkau kehendaki.”
Perahu itu karam dan mereka pun tenggelam. Sedangkan si pemuda berjalan dengan tenang menemui raja.
Raja itu berkata: “Apa yang dilakukan para pengawalmu itu?”
Kata si pemuda: “Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkanku dari mereka.”
Lalu si pemuda melanjutkan: “Sesungguhnya engkau tidak akan dapat membunuhku sampai engkau melakukan apa yang kuperintahkan.” Sang raja bertanya: “Apa itu?”
Kata si pemuda: “Kau kumpulkan seluruh manusia di satu tempat, kau salib aku di sebatang pohon dan ambil sebatang panah dari bekas panahku kemudian letakkan pada sebuah busur lalu ucapkanlah: ‘Bismillah Rabbil ghulam’ (Dengan nama Allah, Rabb si pemuda), dan panahlah aku dengan panah tersebut. Kalau engkau melakukannya nescaya engkau akan dapat membunuhku.”
Raja itupun mengumpulkan seluruh manusia di satu tempat dan menyalib si pemuda, kemudian mengeluarkan anak panah dari bekas si pemuda lalu meletakkannya pada sebuah busur dan berkata: “Bismillahi Rabbil ghulam”, kemudian dia melepaskan panah itu dan tepat mengenai pipi si pemuda. Darah mengucur dan si pemuda segera meletakkan tangannya di pipinya dan diapun mati. Serta merta rakyat banyak yang melihatnya segera berkata: “Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda. Kami beriman kepada Rabb si pemuda.”
Raja itupun didatangi pengikutnya dan diceritakan kepadanya: “Apakah anda sudah melihat, apa yang anda khawatirkan, demi Allah sudah terjadi. Orang banyak sudah beriman (kepada Allah).”
Lalu raja itu memerintahkan agar menggali parit-parit besar dan menyalakan api di dalamnya. Raja itu berkata: “Siapa yang tidak mahu keluar dari keyakinannya, bakarlah hidup-hidup dalam parit itu. .”
Merekapun melakukannya, sampai akhirnya diseretlah seorang wanita yang sedang menggendong bayinya. Wanita itu berundur (melihat api yang bernyala-nyala), khawatir terjatuh ke dalamnya (karena sayang kepada bayinya). Tapi bayi itu berkata kepada ibunya: “Wahai ibu, bersabarlah, karena sesungguhnya engkau di atas kebenaran.”
Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan kisah ini juga dalam Kitab-Nya yang mulia dalam surat Al-Buruj:
“Demi langit yang mempunyai gugusan bintang, dan hari yang dijanjikan, dan yang menyaksikan dan yang disaksikan. Binasa dan terlaknatlah orang-orang yang membuat parit. Yang berapi (dinyalakan dengan) kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya, sedang mereka menyaksikan apa yang mereka perbuat terhadap orang-orang yang beriman. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar….”
Itulah kisah yang Allah Subhanahu wa Ta'ala ceritakan dalam KitabNya yang mulia agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah mereka. Banyak pengajaran yang boleh diambil daripada kisah ini. Fikir-fikirkan sendiri.
WALLAHU TA’ALA A’LAM
